Kamis, 03 September 2015

12 Pekerjaan Yang Berakibat Buruk Bagi Kesehatan Paru Paru dan Wajib Dihindari

Bahan-bahan berbahaya di area kerja yg terhirup dalam dikala lama dengan cara rutin, atau dalam jumlah tertentu bakal memunculkan penyakit paru. Agung kecilnya efek yg timbul tergantung terhadap jumlah & lamanya paparan.

Di Amerika, tiap-tiap tahunnya lebih dari 16.000 orang wafat lantaran penyakit paru akibat ruang kerja. Berita baiknya, penyakit terhadap saluran pernapasan ini sanggup dicegah dgn memanfaatkan pelindung, seperti masker pula menghindari polutan lain seperti asap rokok & polusi hawa.

Ini dia 12 Pekerjaan Yang Berakibat Buruk Bagi Kesehatan Paru Paru dan Wajib Dihindari

1. Pekerja konstruksi

Pekerja yg menghirup debu kepada pembongkaran atau renovasi bangunan sanggup berisiko terkena kanker paru-paru, mesothelioma & asbestosis.
Asbestosis ialah penyakit yg menyebabkan jaringan parut di paru-paru. Pencegahan yg akan dilakukan ialah dgn menggunakan media pelindung, termasuk juga respirator waktu bekerja di lebih kurang bangunan & menghindari merokok.

2. Praktisi medis

Seputar 8-12 orang yg sensitif pada residu bubuk yg ditemukan dalam sarung tangan lateks merupakan praktisi medis.
Sensitifitas tersebut bisa menyebabkan reaksi asma kategori berat. Perbuatan pencegahan yg bisa dilakukan buat mengurangi risiko tersebut yakni membatasi paparan seandainya mengizinkan.

3. Pekerja pabrik

Pekerja pabrik akan terkena debu, bahan kimia, & gas yg menempatkan terhadap risiko Chronic obstructive pulmonary disease (COPD). Gejala mutlak penyakit ini yaitu rasa sesak di dada & gejala serupa asma

4. Pekerja tekstil

Bisinosis, serta dinamakan brown lung disease, merupakan umum di antara pekerja tekstil yg menciptakan jok, handuk, kaus kaki, seprei & baju.
Pekerja bakal menghirup partikel yg dilepaskan dari kain katun atau bahan yang lain
Pekerja pabrik mampu terkena debu, bahan kimia, & gas yg menempatkan kepada risiko Chronic obstructive pulmonary disease (COPD).

5. Pekerja pertambangan

"Penambang berada terhadap risiko tinggi utk banyaknya penyakit paru-paru, termasuk juga COPD, sebab paparan debu," kata Dr Harber.
Silika di hawa yg pula dikenal yang merupakan kuarsa mampu menyebabkan silikosis.
Penambang batubara berisiko buat kategori lain dari penyakit jaringan parut di paru yg dinamakan pneumokoniosis (paru-paru hitam).
Perbuatan pencegahan yg akan dilakukan yakni tak merokok & memakai masker.

6. Praktisi medis

Lebih Kurang 8-12 orang yg sensitif kepada residu bubuk yg ditemukan dalam sarung tangan lateks ialah praktisi medis.
Sensitifitas tersebut mampu menyebabkan reaksi asma kategori berat. Aksi pencegahan yg akan dilakukan utk mengurangi risiko tersebut yaitu membatasi paparan jika mengijinkan

7. Industri otomotif

Asma bakal jadi risiko kesehatan paru bagi pekerja dalam industri otomotif.
Cat auto spray seperti isosianat & product poliuretan, mampu mengiritasi kulit, menyebabkan alergi & menyebabkan sesak dada, & kesusahan bernapas yg parah.
Perbuatan pencegahan yg bisa dilakukan ialah bersama memakai respirator, sarung tangan, kacamata, & ventilasi dyang memadai

8. Pekerja tekstil

Bisinosis, pula dinamakan brown lung disease, yakni umum di antara pekerja tekstil yg menciptakan jok, handuk, kaus kaki, seprei & baju.
Pekerja mampu menghirup partikel yg dilepaskan dari kain katun atau bahan yang lain.
"Pembuat kue menempati sektor atas list tugas yg menyebabkan asma, yg dengan cara total mencapai 15 % kasus asma baru terhadap orang dewasa.
Produsen kue yg terpapar debu tepung berisiko amat signifikan mengembangkan sensitisasi alergi.
Aksi pencegahan yg mampu dilakukan ialah dgn ventilasi yg baik & pemakaian masker pelindung," kata Philip Harber MD, profesor & kepala Divisi Lingkungan Kerja di UCLA.

9. Pekerja angkutan

Supir truk, yg tidak jarang membongkar muatan barang di dermaga, & pekerja industri kereta api bisa berisiko utk COPD. Knalpot diesel ialah aspek paling besar.
Walaupun mesin kini memancarkan gas buang diesel yg lebih sedikit lantaran perkembangan tehnologi, diesel knalpot masihlah menyebar luas.
Aksi pencegahan yg akan dilakukan yakni sedapat bisa saja menghindari ruangan knalpot diesel & mengenakan masker pelindung.

10. Pemadam kebakaran

Para pemadam kebakaran tidak jarang menghirup asap yg mengandung bahan-bahan kimia yg berasal dari perabotan rumah. Bermacam Macam bahan plastik, poliuretan, & bahan sintetik lain yg tidak jarang dimanfaatkan dalam perabotan bakal mengeluarkan racun jikalau dibakar. Bahan-bahan ini amat berbahaya bagi paru & mampu memunculkan penyakit akut yg berat. International Association of Firefighter merekomendasikan Pegawai pemadam kebakaran buat memakai media pelindung pernapasan kepada sekecil apa serta kategori kebakarannya.

11. Tenaga kesehatan

Penelitian menunjukkan 8-12 % tenaga kesehatan sensitif kepada bubuk residu yg ditemukan kepada sarung tangan lateks, yg sanggup memicu reaksi asma. "Meski kita tak memakainya, tetapi berada dalam satu area, bahan lateks itu mampu terhirup & menyebabkan alergi," kata Dr.Harber Philip, MD, professor and chief of the UCLA Occupational and Environmental Medicine Division

12. Bartender

Menyajikan minuman di dalam ruang yg penuh oleh asap rokok menyebabkan bartender beresiko tinggi terkena kanker paru, terutama kalau dirinya telah bertahun-tahun jadi perokok pasif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar